Harga saat ini EUR/USD: 1,1667
- Angka Indeks Harga Konsumen AS gagal mengesankan para pelaku pasar.
- Presiden AS Donald Trump mengumumkan babak baru tarif terhadap negara-negara yang berdagang dengan Iran.
- EUR/USD sedang berjuang mencari arah di bawah 1,1700, support utama di 1,1590.
Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan datar sepanjang paruh pertama hari Selasa, terjebak di sekitar zona harga 1,1660. Investor menghindari menempatkan taruhan terkait menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS), sementara kebisingan politik di AS membuat Greenback melemah.
Menambah gejolak geopolitik terbaru yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump mengenai Venezuela dan Greenland, Trump memutuskan untuk mengumumkan pungutan baru sebesar 2% pada negara-negara yang melakukan bisnis dengan Republik Islam Iran. Menurut postingan media sosialnya, tarif tersebut akan segera berlaku dan berlaku untuk “semua” bisnis yang dilakukan dengan AS.
Mengenai data AS, tingkat inflasi tahunan dilaporkan sebesar 2,7% oleh CPI, sedangkan angka bulanan sebesar 0,3%, sesuai dengan ekspektasi. CPI inti tahunan naik 2,6% sedangkan kenaikan bulanan sebesar 0,2%, sedikit di bawah ekspektasi namun sejalan dengan angka bulan November. Rilis ini memberikan tekanan jangka pendek pada USD, namun tidak cukup untuk memicu ledakan, karena pasangan mata uang ini bertahan di level normal.
Saat sesi Amerika beristirahat, USD kesulitan untuk mengoreksi kemajuan korektifnya.
Dalam grafik 4 jam, EUR/USD netral, diperdagangkan di sekitar Simple Moving Average (SMA) periode 20 yang menurun di bawah SMA 100 dan 200, mencerminkan nada bearish dalam jangka pendek. Pada saat yang sama, indikator Momentum berubah sedikit positif di atas garis tengahnya, mencerminkan kenaikan baru-baru ini daripada mengisyaratkan kenaikan tambahan di masa depan. Terakhir, indikator Relative Strength Index (RSI) berubah cukup rendah di sekitar 48, membatasi potensi kenaikan pasangan ini. Resistensi muncul di SMA 200 di 1,1693 dan di SMA 100 di 1,1724.
Pada grafik harian, risiko untuk EUR/USD cenderung ke bawah, karena Simple Moving Average (SMA) 20-hari miring lebih rendah di atas SMA 100 dan 200-hari. Namun, jangka waktu yang lebih panjang tetap jauh di bawah level saat ini dan mengarah ke utara, sehingga membatasi potensi penurunan EUR/USD. Indikator Momentum tetap di bawah 100 dan menyempit lebih tinggi, menunjukkan bahwa tekanan jual berkurang, namun tidak dapat mendukung arah yang lebih tinggi. Terakhir, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 44, menunjukkan keyakinan arah yang terbatas. Secara keseluruhan, pasangan ini diperkirakan akan terus berkonsolidasi dalam kisaran yang ketat.
(Analisis teknis dari cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
