EUR/USD naik tipis mendekati 1,0300, kenaikan tampak terbatas menjelang pelantikan Trump

oleh
  • EUR/USD bisa melemah di tengah penghindaran risiko menjelang pelantikan Presiden Donald Trump pada hari Senin.
  • Para pedagang tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian mengenai janji kebijakan Trump, termasuk penerapan tarif, perluasan pemotongan pajak, dan deportasi imigran ilegal.
  • Euro mengalami kesulitan karena pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada empat pertemuan kebijakan ECB berikutnya.

EUR/USD memulihkan sebagian penurunannya dari sesi sebelumnya, diperdagangkan mendekati 1,0280 di waktu Asia. Namun, kenaikan pasangan ini mungkin tetap terbatas karena Dolar AS (USD) dapat menguat menyusul kehati-hatian pasar menjelang pelantikan Presiden Donald Trump hari ini. Pasar AS akan tetap tutup pada hari Senin untuk libur Hari Martin Luther King Jr.

Kekhawatiran terhadap janji kebijakan Trump—seperti mengenakan tarif, memperluas pemotongan pajak, dan mendeportasi imigran ilegal—telah mendorong kenaikan imbal hasil Treasury AS dan mendukung Dolar AS sebelum ia dilantik. Para analis berpendapat bahwa lintasan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS di masa depan akan bergantung pada seberapa baik pemerintahan Trump menerapkan kebijakan ini.

Investor akan mencermati rencana perintah eksekutif Trump, yang diperkirakan akan dikeluarkan segera setelah ia menjabat. Sementara itu, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Januari, dengan mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan suku bunga lagi di bulan Maret.

Euro (EUR) menghadapi masalah karena ekspektasi dovish terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) terus berlanjut. Pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada empat pertemuan kebijakan ECB berikutnya, yang mencerminkan kekhawatiran terhadap prospek perekonomian Zona Euro dan ekspektasi bahwa tekanan inflasi akan tetap terkendali.

Risalah pertemuan ECB bulan Desember, yang dirilis minggu lalu, menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan lebih fokus pada pelonggaran suku bunga kebijakan tahun ini daripada menghentikan sementara atau mengakhiri siklus penurunan suku bunga. Secara khusus, para pejabat memperdebatkan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin yang lebih besar dari biasanya untuk melindungi risiko penurunan pertumbuhan, yang diperburuk oleh ketidakpastian politik global dan dalam negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.