- NZD/USD memperpanjang penurunan beruntunnya karena nada hawkish seputar sikap kebijakan Fed.
- Klaim Pengangguran Awal mingguan AS dapat menunjukkan peningkatan sebesar 220 ribu pada minggu sebelumnya, naik dari 217 ribu sebelumnya.
- Dolar Selandia Baru gagal mendapatkan momentum meskipun ada langkah stimulus baru dari Selandia Baru dan Tiongkok.
NZD/USD terus melemah untuk sesi ketiga berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 0,5660 waktu Eropa pada hari Kamis. Kelemahan pasangan ini disebabkan oleh penguatan Dolar AS (USD) di tengah sentimen hawkish seputar sikap kebijakan Federal Reserve (Fed) AS.
Menurut alat FedWatch CME, para pedagang yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya di kisaran 4,25%-4,50% selama tiga pertemuan kebijakan berikutnya. Selain itu, kebijakan Presiden AS Donald Trump dapat mendorong tekanan inflasi, sehingga berpotensi membatasi The Fed untuk hanya melakukan satu kali penurunan suku bunga lagi pada tahun 2025.
Presiden Trump menyatakan bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif 10% pada impor Tiongkok mulai 1 Februari. Namun, tarif yang diusulkan ini jauh lebih rendah dibandingkan tarif yang sebelumnya diancam sebesar 60%, dan hal ini sejalan dengan janji Trump selama kampanye kepresidenannya.
Pedagang kemungkinan akan memantau rilis awal Indeks Manajer Pembelian Global (PMI) S&P AS dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan pada bulan Januari. Indikator-indikator ini kemungkinan besar akan memberikan wawasan berharga mengenai tren perekonomian jangka pendek.
Dolar Selandia Baru (NZD) kesulitan untuk mendapatkan momentum pada hari Kamis, meskipun ada langkah-langkah stimulus baru dari Selandia Baru dan mitra dagang utamanya, Tiongkok. Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengumumkan rencana untuk melonggarkan peraturan investasi asing, yang bertujuan untuk menarik dan mendukung investor luar negeri. Namun, NZD masih berada di bawah tekanan, mencerminkan kekhawatiran pasar yang lebih luas dan sentimen hati-hati.
Pihak berwenang Tiongkok memperkenalkan beberapa langkah untuk menstabilkan pasar sahamnya, termasuk mengizinkan dana pensiun untuk meningkatkan investasi pada ekuitas domestik. Skema percontohan yang memungkinkan perusahaan asuransi membeli ekuitas akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2025, dengan skala awal setidaknya 100 miliar Yuan.
