Pemulihan EUR/USD tampaknya telah menemui beberapa resistensi kecil di sekitar angka 1,1900, meskipun gambaran yang lebih luas terus mendukung kemajuan tambahan dalam jangka pendek, dengan target terdekat di level acuan 1,2000.
Penjual kembali aktif pada hari Selasa, menyeret EUR/USD kembali ke wilayah di bawah 1,1900 untuk waktu yang singkat.
Pullback pasangan ini juga terjadi meskipun Dolar AS (USD) kembali diperdagangkan tertinggal, dengan Indeks Dolar AS (DXY) turun untuk hari ketiga berturut-turut dan mencapai titik terendah multi-hari di dekat 96,60, semuanya di tengah penurunan tajam imbal hasil Treasury AS di seluruh spektrum.
Makan stabil, rasa percaya diri meningkat namun kesabaran tetap terjaga
Federal Reserve mempertahankan Kisaran Target Dana Fed (FFTR) tidak berubah pada angka 3,50% hingga 3,75% pada pertemuan tanggal 28 Januari, persis seperti ekspektasi pasar.
Namun, para pengambil kebijakan memberikan nada yang lebih optimis terhadap pertumbuhan, sementara inflasi masih digambarkan relatif tinggi. Yang penting, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tidak lagi melihat risiko terhadap lapangan kerja semakin memburuk. Keputusan tersebut disetujui melalui pemungutan suara 10 berbanding 2, dengan dua anggota berbeda pendapat dan mendukung pemotongan 25 basis poin.
Ketua Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan saat ini masih tepat dan menegaskan bahwa keputusan akan terus diambil dari pertemuan demi pertemuan, tanpa ada jalur yang ditentukan. Ia meremehkan inflasi yang terjadi baru-baru ini karena sebagian besar disebabkan oleh tarif, dan mencatat bahwa disinflasi jasa masih berlangsung dan tidak ada seorang pun di Komite yang melihat kenaikan suku bunga sebagai kasus dasar.
ECB tetap; pesannya tetap berdasarkan data
Bank Sentral Eropa (ECB) memilih untuk tetap diam, membiarkan ketiga kebijakan suku bunga tidak berubah dalam keputusan bulat yang tidak mengejutkan pasar.
Pesannya tenang dan mantap. Para pembuat kebijakan mengatakan inflasi masih berada pada jalur untuk mencapai target 2% dalam jangka menengah, dan tidak adanya data terbaru yang memaksa kita untuk memikirkan kembali prospek yang lebih luas. Indikator upah terus menunjukkan moderasi, meskipun harga jasa dan dinamika upah masih tidak diperhatikan. Bank juga terus mempertimbangkan rendahnya inflasi hingga tahun 2026, sehingga mendukung gagasan bahwa kebijakan harus tetap bersabar.
Berbicara setelah pertemuan tersebut, Presiden Christine Lagarde mengatakan risiko secara umum seimbang dan menggarisbawahi bahwa kebijakan tetap tangkas dan berbasis data. Dewan Pengurus membahas langkah-langkah nilai tukar baru-baru ini, menilainya berada dalam kisaran historis, dan menegaskan kembali bahwa tidak ada target nilai tukar, memperkuat pesan bahwa kebijakan tidak berada pada jalur yang telah ditentukan.
Posisinya masih berpihak pada Euro, namun suasananya mendingin
Data positioning terus condong mendukung Euro (EUR), meskipun tingkat antusiasmenya tampaknya berkurang.
Menurut Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC), posisi net long spekulatif naik menjadi sekitar 163,4 ribu kontrak pada pekan yang berakhir 3 Februari, level tertinggi sejak Agustus 2023. Pada saat yang sama, pemain institusional, sebagian besar dana lindung nilai, meningkatkan posisi short mereka menjadi hampir 218,5 ribu kontrak untuk pertama kalinya sejak Mei 2023.
Dari sudut pandang pasar, momentumnya juga tampak melambat. Open interest turun ke sekitar 910,5 ribu kontrak, mengisyaratkan bahwa partisipasi mungkin mulai melemah dan tidak meningkat lebih lanjut.
Fokus pada AS, risiko dolar condong ke arah dukungan
Jangka pendek: Fokus tetap kuat pada sisi Dolar AS. Pasar menunggu data AS yang masuk, khususnya output pasar tenaga kerja dan angka inflasi, untuk mendapatkan arah yang lebih jelas.
Resiko: Fed yang lebih berhati-hati harus terus mendukung Greenback. Pada grafik, penembusan tegas di bawah Simple Moving Average 200 hari juga akan meningkatkan risiko fase koreksi yang lebih dalam.
Sudut teknologi
Kenaikan lebih lanjut dapat menempatkan EUR/USD pada jalur untuk merevisi tolok ukur 1,2000 sebelum batas atas tahun 2026 di 1,2082 (28 Januari). Penembusan di atasnya dapat menempatkan pergerakan ke tertinggi Mei 2021 di 1,2266 (25 Mei) kembali dalam radar, menjelang puncak tahun 2021 di 1,2349 (6 Januari).
Sebaliknya, pasangan mata uang ini akan menghadapi tantangan awal pada basis Februari di 1,1775 (2 Februari). Di bawahnya terdapat SMA 55-hari dan 100-hari di 1,1725 dan 1,1680, sebelum SMA 200-hari yang lebih relevan di 1,1622. Dari sini terdapat level November 2025 di 1,1468 (5 November), diikuti oleh palung Agustus 2025 di 1,1391 (1 Agustus).
Indikator momentum terlihat menggembirakan: Relative Strength Index (RSI) diperdagangkan dengan nyaman di atas level 68, sedangkan Average Directional Index (ADX) di dekat 32 menandakan tren mendasar yang kuat.
-1770749209348-1770749209348.png&w=1536&q=95)
Intinya
Untuk saat ini, EUR/USD lebih banyak didorong oleh perkembangan di AS dibandingkan apa pun yang terjadi di zona euro.
Hingga The Fed memberikan panduan yang lebih jelas mengenai jalur suku bunga pada tahun 2026, atau kawasan Euro memberikan kenaikan siklus yang lebih meyakinkan, setiap kenaikan suku bunga kemungkinan akan tetap dilakukan secara bertahap dan bukannya menjadi terobosan yang bersih dan tegas.
