Kehati-hatian harus diterapkan pada The Fed dan ECB

oleh

EUR/USD kesulitan mempertahankan momentum hari Jumat, karena pasangan ini sempat merebut kembali area 1,1650 di awal minggu sebelum kehabisan tenaga. Namun, ia berhasil mencatatkan kenaikan moderat selama empat hari berturut-turut karena dolar AS (USD) terus melemah.

Sementara itu, greenback bertahan dalam kisaran sempit, dengan indeks dolar AS (DXY) melayang di bawah angka 99,00. Para pedagang tampak optimis terhadap potensi terobosan perdagangan AS-Tiongkok, bahkan ketika penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan membuat permintaan dolar tetap terkendali.

Kebuntuan Washington sangat membebani sentimen

Penutupan pemerintahan AS kini telah berlangsung selama hampir sebulan, dan kesabaran semakin menipis. Dengan kebuntuan yang terjadi di parlemen, kecil harapan akan adanya terobosan dalam waktu dekat. Senat akan berkumpul kembali pada tanggal 28 Oktober untuk pemungutan suara lagi, namun hanya sedikit yang memperkirakan akan ada kejutan.

Dalam 27 hari dan terus bertambah, ini menjadi penutupan terpanjang kedua dalam sejarah AS. Jika berlangsung hingga 5 November, maka secara resmi akan mencetak rekor baru.

Semakin lama berlangsung, semakin besar kerusakannya. Ratusan ribu pekerja federal masih belum dibayar, layanan publik utama terganggu, dan kepercayaan dunia usaha terpuruk. Ketidakpastian mulai berdampak pada lapangan kerja dan pertumbuhan PDB, yang keduanya sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Ketegangan perdagangan itu sederhana, namun hanya sedikit

Pasar mengamati kemajuan apa pun antara Washington dan Beijing. Terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pada akhir bulan ini di Korea Selatan, namun untuk saat ini, hubungan keduanya masih rapuh.

Langkah Beijing untuk memperketat pembatasan ekspor logam tanah jarang telah menimbulkan keributan di Washington, memicu ancaman tarif yang tajam dan ancaman tarif baru dari Trump. Gejolak tersebut telah menempatkan risiko perdagangan kembali dalam radar investor.

The Fed terus bersikap fleksibel

Federal Reserve (FED) tampaknya berada di jalur yang tepat untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 poin lagi pada pertemuan tanggal 29 Oktober.

“Dot Plot” terbaru yang cenderung dovish, menunjukkan pelonggaran tambahan sekitar 50 basis poin pada akhir tahun, dengan pergerakan yang lebih kecil dipicu pada tahun 2026-27. Perkiraan pertumbuhan sedikit lebih tinggi menjadi 1,6%, pengangguran tetap di 4,5%, dan proyeksi inflasi tidak berubah.

Risalah pertemuan terakhir memperkuat gagasan bahwa The Fed tetap membuka pilihannya, siap untuk mengambil tindakan lagi jika diperlukan, namun tidak terburu-buru untuk melakukannya.

Ketua Fed Jerome Powell mengakui bahwa pasar tenaga kerja telah melemah, dan menegaskan kembali bahwa keputusan kebijakan akan diambil “pertemuan demi pertemuan” karena bank sentral mempertimbangkan data pekerjaan yang lebih lemah terhadap tekanan inflasi yang masih ada.

ECB dengan senang hati harus bersabar

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) juga memilih untuk diam pada pertemuan bulan September, mempertahankan sikap tenang dan mengandalkan data. Para pejabat menegaskan kembali bahwa inflasi harus secara bertahap bergerak menuju target, dengan inflasi inti terlihat sebesar 2,4% pada tahun 2025 sebelum turun menjadi 1,9% pada tahun 2026 dan 1,8% pada tahun 2027.

Presiden Christine Lagarde menyampaikan nada optimis, dengan mengatakan kebijakan berada “dalam kondisi yang baik” dan risiko kini lebih seimbang. Dia menjelaskan, penyesuaian apa pun di masa depan akan bergantung sepenuhnya pada data.

Hasil pertemuan tersebut mencerminkan suasana yang lebih cerah: para pembuat kebijakan terdengar sedikit lebih optimis terhadap pertumbuhan di zona euro dan melihat tidak adanya kebutuhan untuk melakukan pemangkasan lebih lanjut.

Pasar memperkirakan pemotongan suku bunga hanya sebesar 13 basis poin pada akhir tahun 2026, sebuah sinyal yang jelas bahwa investor menganggap siklus pelonggaran ECB sebagian besar telah berakhir.

Pojok teknologi

Pemulihan berkelanjutan pada EUR/USD masih sulit untuk saat ini, dengan pertemuan Fed dan ECB muncul sebagai katalis potensial untuk aksi harga yang lebih nyata dalam beberapa minggu mendatang.

Kenaikan langsung terjadi secara mingguan di 1,1728 (17 Oktober), menjelang puncak Oktober di 1,1778 (1 Oktober). Sampai dari sini muncul batas atas tahun 2025 di 1,1918 (17 September), sebelum ukuran psikologis 1,2000.

Jika penjual kembali mengambil inisiatif, terendah Oktober di 1,1542 (14 Oktober) akan menjadi support awal, yang dipinjamkan oleh basis Agustus di 1,1391 (1 Agustus) dan SMA 200-hari utama di 1,1293. Hilangnya level tersebut menunjukkan potensi kunjungan ke palung mingguan di 1,1210 (29 Mei).

Melihat gambaran yang lebih luas, prospek positif untuk sementara tetap berada di atas SMA 200-hari yang penting.

Selain itu, indikator-indikator momentum masih tetap berada di sisi bearish: Relative Strength Index (RSI) berada di atas 47, membuka kemungkinan penurunan lebih lanjut, sedangkan average direction index (ADX) di sekitar 15 menunjukkan bahwa tren saat ini tidak memiliki kekuatan.

Grafik Harian EUR/USD

Menunggu katalis

Untuk saat ini, EUR/USD masih mencari pemicu. Sikap dovish dari The Fed, berkurangnya minat terhadap aset-aset AS, kebijakan ECB yang lebih tegas, atau kemajuan nyata dalam perdagangan pada akhirnya dapat memberikan dorongan pada Euro yang telah lama ditunggu-tunggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.