- EUR/USD melemah karena Indeks Dolar AS rebound dari level terendah bulanan di 107,22.
- Dolar AS mendapat dukungan dari ketidakpastian dampak kebijakan Presiden AS Donald Trump.
- Euro kesulitan karena ECB dapat menurunkan suku bunga Fasilitas Deposit sebesar 25 basis poin pada hari Kamis.
EUR/USD melemah mendekati 1,0480 selama sesi Asia pada hari Senin karena Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, pulih dari level terendah bulanan di 107,22. Jumat. DXY diperdagangkan mendekati 107,60 pada saat penulisan.
Dolar AS menguat karena data Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS yang beragam. Ketidakpastian seputar dampak kebijakan perdagangan dan imigrasi Presiden AS Donald Trump dapat mendukung pendekatan hati-hati Federal Reserve (Fed) AS dalam memangkas suku bunga tahun ini.
Data yang dirilis oleh S&P Global pada hari Jumat menunjukkan bahwa PMI Komposit AS turun menjadi 52,4 di bulan Januari dari 55,4 di bulan Desember. Sementara itu, PMI Manufaktur naik menjadi 50,1 pada bulan Januari dari sebelumnya 49,4, mengalahkan estimasi sebesar 49,6. PMI Jasa turun menjadi 52,8 di bulan Januari dari 56,8 di bulan Desember, di bawah konsensus pasar sebesar 56,5.
Namun, EUR/USD naik karena Euro mendapat dukungan karena Indeks Manajer Pembelian Gabungan (PMI) HCOB Zona Euro meningkat pada bulan Januari setelah menyusut dalam dua bulan sebelumnya. Laporan Flash PMI HCOB, yang disusun oleh S&P Global, menunjukkan bahwa aktivitas bisnis secara keseluruhan sedang berkembang. PMI Komposit naik menjadi 50,2 dari 49,6 di bulan November. Para ekonom memperkirakan PMI akan terus menurun namun dengan laju yang lebih lambat ke 49,7.
Namun, Euro kesulitan karena sentimen dovish seputar tinjauan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). ECB akan menurunkan suku bunga Fasilitas Deposit sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2,75% pada hari Kamis dan akan terus mengikuti proses tersebut dalam tiga pertemuan kebijakan berikutnya karena para pejabat yakin tekanan inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan secara berkelanjutan. dasar. sebesar 2%.
