- AUD/USD turun mendekati 0,6190 di awal sesi Asia pada hari Senin.
- The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan bulan Januari.
- Ancaman tarif Trump dapat memberikan tekanan pada Aussie.
Pasangan mata uang AUD/USD melemah ke sekitar 0,6190, mengakhiri penurunan dua hari berturut-turut selama awal sesi Asia pada hari Senin. Pasar menjadi berhati-hati karena Presiden terpilih Donald Trump akan dilantik pada hari Senin nanti. Pasar AS tutup pada hari Senin untuk hari libur bank Hari Martin Luther King.
Kekhawatiran terhadap janji-janji Trump, termasuk tarif, perluasan pemotongan pajak, dan deportasi imigran ilegal, telah berkontribusi pada peningkatan imbal hasil Treasury AS dan Greenback sebelum ia menjabat. Para analis percaya bahwa jalur suku bunga Federal Reserve (Fed) AS di masa depan akan bergantung pada seberapa agresif pemerintahan Trump yang akan datang dalam menepati janji-janji tersebut.
Investor akan memantau dengan cermat perintah eksekutif Trump, yang rencananya akan dikeluarkannya hanya beberapa jam setelah ia dilantik. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan Januari dan terus melakukan pengurangan pada bulan Maret, menurut mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Kemungkinan terjadinya kembali ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok serta potensi tarif Trump yang lebih tinggi dapat memberikan tekanan jual pada Dolar Australia (AUD) karena Tiongkok adalah mitra dagang utama Australia. Namun, data ekonomi Tiongkok yang optimis pada hari Jumat dapat mendukung Dolar Australia (AUD). Perekonomian Tiongkok tumbuh 5,4% YoY pada kuartal keempat (Q4) tahun 2024, dibandingkan dengan ekspansi 4,6% pada Q3. Angka tersebut lebih kuat dari perkiraan 5% dengan selisih yang besar.
