- USD/CHF memulihkan penurunan harian karena prospek Dolar AS tetap kuat.
- Investor menunggu data inflasi AS karena akan mempengaruhi prospek suku bunga The Fed.
- SNB diperkirakan akan menurunkan suku bunga lebih lanjut untuk merangsang tekanan inflasi.
Pasangan mata uang USD/CHF memulihkan penurunan perdagangan hariannya dan datar mendekati 0,9160 di sesi Eropa pada hari Selasa. Pasangan Franc Swiss bangkit kembali karena investor berhati-hati menjelang data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada bulan Desember.
Investor akan mencermati data inflasi AS yang akan mempengaruhi spekulasi pasar terhadap prospek suku bunga Federal Reserve (Fed). Inflasi umum tahun-ke-tahun diperkirakan meningkat menjadi 2,8% dari 2,7% di bulan November, dengan angka inflasi inti terus meningkat sebesar 3,3%.
Menurut alat CME FedWatch, para pedagang memperkirakan kemungkinan 69% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sekali pada tahun ini.
Sementara itu, Franc Swiss (CHF) berkinerja buruk terhadap dolar AS selama beberapa bulan terakhir. Swiss National Bank (SNB) diperkirakan akan terus memangkas suku bunga untuk meningkatkan tekanan inflasi. SNB telah menurunkan suku bunga pinjaman utamanya menjadi 0,5%.
USD/CHF diperdagangkan mendekati level tertinggi 15 bulan di sekitar 0,9200. Prospek pasangan Franc Swiss tetap kuat karena Exponential Moving Average (EMA) 20-minggu di dekat 0,8883 sedang tren lebih tinggi.
Relative Strength Index (RSI) 14-minggu berayun dalam kisaran bullish di 60,00-80,00, menunjukkan momentum bullish yang kuat.
Untuk reli baru menuju resistensi level melingkar 0,9300 dan tertinggi 16 Maret 2023 di 0,9342, aset harus menembus dengan kuat di atas tertinggi Oktober 2023 di 0,9244.
Sebaliknya, pergerakan bearish di bawah support psikologis 0,9000 akan menyeret aset menuju level tertinggi 22 November di 0,8958, diikuti oleh level terendah 16 Desember di 0,8900.

