- Laporan NFP bulan Desember menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.
- Jadwal pelonggaran Bank Sentral AS menghadapi pengawasan baru setelah tingkat pengangguran turun.
- Imbal hasil Treasury yang lebih tinggi dan tekanan inflasi yang berkepanjangan memperkuat daya tarik Greenback di sebagian besar pasangan mata uang utama.
Indeks Dolar (DXY), yang mengukur nilai USD terhadap sejumlah mata uang, menguat di tengah kekhawatiran inflasi yang baru karena laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan mendorong mundur jadwal penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed), meningkatkan AS. Permintaan dolar dan mendorong DXY mendekati 110,00.
Penggerak pasar harian: Dolar AS naik karena laporan NFP yang kuat
- Non-Farm Payrolls bulan Desember melonjak sebesar 256.000, jauh di atas perkiraan 160.000 dan memperkuat ketahanan pasar tenaga kerja.
- Tingkat Pengangguran turun menjadi 4,1% dari 4,2%, sementara inflasi upah turun menjadi 3,9% YoY, sedikit mengurangi risiko penurunan suku bunga The Fed.
- Konsensus Bloomberg awalnya sebesar 165 ribu untuk perolehan lapangan kerja di bulan Desember, meskipun banyak analis telah memperingatkan adanya risiko kenaikan.
- Para pejabat The Fed menyoroti berkurangnya kebutuhan untuk penurunan suku bunga tambahan, dan kekhawatiran terhadap kendurnya pasar tenaga kerja kini mulai memudar.
- Data tenaga kerja yang kuat membantu Dolar AS mempertahankan kenaikannya dan The Fed kemungkinan akan melanjutkan pengurangan stimulus secara bertahap pada tahun 2025 jika inflasi mereda.
- Para pejabat Fed telah beralih ke pendekatan yang lebih hati-hati setelah perubahan pada bulan Desember.
- Metrik ketenagakerjaan yang kuat mengurangi kebutuhan akan pelonggaran segera, sementara perkembangan baru dalam pertumbuhan, inflasi dan kebijakan fiskal tetap menjadi variabel utama. Harga pasar meningkat tanpa adanya pemotongan tambahan dalam waktu dekat, sehingga memperkuat kekuatan Dolar AS.
Prospek teknis DXY: Indeks mencapai tertinggi November 2022 di dekat 110,00
Indeks Dolar AS melonjak ke level tertinggi baru yang belum pernah terlihat sejak November 2022 dan kini mendekati level 110,00. Indikator teknis mendekati wilayah overbought, menunjukkan potensi kemunduran jangka pendek.
Namun demikian, penembusan kuat DXY di atas resistensi sebelumnya menandakan berlanjutnya momentum bullish, didukung oleh data ekonomi yang kuat dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed yang lemah. Penurunan apa pun mungkin mendapat support di dekat kisaran 108,50–109,00.
