- EUR/GBP naik menjadi sekitar 0,8375 di awal sesi Eropa pada hari Jumat.
- Pound jatuh setelah biaya pinjaman Inggris mencapai level tertinggi dalam 16 tahun.
- Data inflasi Zona Euro bulan Desember telah menepis ekspektasi bahwa ECB akan melakukan penurunan suku bunga dalam jumlah besar.
Pasangan EUR/GBP memperpanjang kenaikannya mendekati 0,8375 selama awal sesi Eropa pada hari Jumat. Pound Sterling (GBP) masih berada di bawah tekanan jual di tengah kekhawatiran terhadap prospek fiskal Inggris dan kemampuan Bank of England (BoE) untuk mengendalikan inflasi.
Penurunan signifikan dalam nilai GBP terjadi setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak tahun 2008. Tingginya biaya utang Inggris telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terhadap kondisi keuangan di Inggris, yang mengakibatkan penurunan tajam dalam pound Inggris.
Penurunan tajam GBP mengikuti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris bertenor 10 tahun ke level tertinggi sejak tahun 2008. Tingginya biaya utang Inggris telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kondisi keuangan Inggris, yang mengakibatkan penurunan tajam pada GBP. Deputi Gubernur Bank of England Sarah Breeden mengatakan pada hari Kamis bahwa bukti terbaru mendukung kasus penurunan suku bunga secara bertahap, meskipun sulit untuk mengetahui seberapa cepatnya.
Di sisi Euro, data awal Indeks Harga Konsumen Harmonisasi Zona Euro (HICP) untuk bulan Desember dapat mendorong Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melanjutkan siklus penurunan suku bunganya dengan lebih hati-hati, sehingga mendukung mata uang bersama. Kami memproyeksikan ECB akan menurunkan suku bunga hanya sekali pada paruh pertama tahun ini, dengan pemotongan tambahan terkonsentrasi pada paruh kedua tahun 2025,” kata Charlie Cornes, ekonom senior di Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis yang berbasis di Inggris.
