- Pasangan USD/CNH menguat karena Dolar AS menerima dukungan dari perubahan kebijakan hawkish Federal Reserve.
- Laporan jasa ISM terbaru menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dan kenaikan harga, memicu kekhawatiran mengenai berlanjutnya inflasi di Amerika Serikat.
- Pejabat PBoC Peng Lifeng mengumumkan bahwa bank sentral akan mendukung bank dalam memperluas pinjaman berdasarkan inisiatif swap.
USD/CNH, Yuan di luar negeri, menelusuri kembali penurunan baru-baru ini dari dua hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 7,3490 pada awal jam Eropa pada hari Rabu. Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menetapkan kurs tengah USD/CNY untuk awal sesi perdagangan pada 7,1887 dibandingkan perkiraan Reuters sebesar 7,1879 dan 7,3435 pada hari sebelumnya.
Kenaikan pasangan USD/CNH dapat dikaitkan dengan kekuatan Dolar AS (USD), didorong oleh pergeseran sentimen investor yang hawkish mengenai prospek suku bunga Federal Reserve (Fed), menyusul data ekonomi AS yang kuat.
Laporan jasa ISM terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas dan kenaikan harga di Amerika Serikat (AS), meningkatkan kekhawatiran terhadap berlanjutnya inflasi. Para pedagang kini fokus pada data ketenagakerjaan AS yang akan datang, termasuk laporan Nonfarm Payroll (NFP), serta Risalah FOMC terbaru, untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan.
Sementara itu, Yuan Tiongkok menghadapi tekanan ke bawah setelah Presiden terpilih Donald Trump menepis laporan bahwa para pembantunya sedang mempertimbangkan strategi yang ditargetkan yang ditujukan pada sektor-sektor penting bagi keamanan nasional dan perekonomian AS.
Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) bekerja sama dengan Perencana Nasional untuk meningkatkan perekonomian negara. Pejabat PBoC Peng Lifeng mengumumkan bahwa bank sentral akan membantu bank dalam memperluas pinjaman berdasarkan inisiatif swap.
Analis FX Commerzbank, Volkmar Baur, menyatakan dalam laporannya bahwa pasar suku bunga masih belum yakin bahwa situasi ekonomi Tiongkok akan membaik dalam waktu dekat. Selama beberapa minggu terakhir, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun semakin merosot menjadi 1,58%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 2 tahun sempat turun di bawah 1% pada hari Senin. Hal ini menunjukkan bahwa pasar mengharapkan langkah-langkah pelonggaran tambahan yang signifikan dari PBoC dan kelanjutan suku bunga rendah di Tiongkok.
Para pedagang mengalihkan perhatian mereka pada rilis data ekonomi Tiongkok yang akan dirilis akhir pekan ini, termasuk angka inflasi, yang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai kesehatan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.
