- USD/CHF mungkin menguat menyusul perubahan kebijakan hawkish oleh Federal Reserve.
- Laporan jasa ISM terbaru menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi dan kenaikan harga, memicu kekhawatiran mengenai berlanjutnya inflasi di Amerika Serikat.
- Imbal hasil obligasi 10 tahun Swiss naik menjadi 0,37%, menandai level tertinggi dalam sebulan.
USD/CHF stabil menyusul kenaikan dari hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 0,9090 selama sesi Asia pada hari Rabu. Pasangan ini mungkin menguat karena Dolar AS (USD) mendapat dukungan dari pergeseran sentimen investor yang hawkish terhadap prospek suku bunga Federal Reserve (Fed), menyusul data ekonomi AS yang kuat.
Laporan jasa ISM terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas dan kenaikan harga di Amerika Serikat (AS), meningkatkan kekhawatiran terhadap berlanjutnya inflasi. Para pedagang kini fokus pada data ketenagakerjaan AS yang akan datang, termasuk laporan Nonfarm Payroll (NFP), serta Risalah FOMC terbaru, untuk informasi kebijakan lebih lanjut.
PMI Jasa ISM AS naik menjadi 54,1 di bulan November, naik dari 52,1, di atas ekspektasi pasar sebesar 53,3. Indeks Harga yang Dibayar, yang mencerminkan inflasi, meningkat tajam menjadi 64,4 dari 58,2, sedangkan Indeks Ketenagakerjaan turun tipis menjadi 51,4 dari 51,5.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, bertahan di atas 108,50 pada saat penulisan. Greenback menguat karena imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik lebih dari 1% di sesi sebelumnya, sekarang menjadi 4,68%.
Di sisi Swiss, imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik menjadi 0,37%, level tertinggi dalam sebulan, karena para pedagang menilai prospek suku bunga dan perekonomian global. Pada bulan Desember, inflasi harga konsumen Swiss turun menjadi 0,6%, menyamai level terendah di bulan Oktober sejak Juni 2021, turun dari 0,7% di bulan sebelumnya.
Para pedagang telah meningkatkan ekspektasi mereka terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh Swiss National Bank (SNB) tahun ini, kemungkinan besar pada bulan Maret dan Juni, karena masih tingginya risiko disinflasi. Ketua SNB Martin Schlegel baru-baru ini mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut, dengan suku bunga negatif tetap menjadi alat potensial untuk mengelola Franc Swiss (CHF) dan melindungi ekspor.
