AUD/USD menarik pembeli di tengah melemahnya USD, dan inflasi Australia yang mungkin terjadi

oleh

AUD/USD naik 0,35% menjadi 0,6270 pada hari Selasa, menandai kenaikan hari keempat berturut-turut. Pasangan ini didukung oleh sedikit penurunan Dolar AS di tengah ketidakpastian seputar hubungan perdagangan AS-Tiongkok dan kebijakan tarif. Namun, prospek penurunan suku bunga Federal Reserve yang lebih lambat dan tingginya imbal hasil Treasury AS terus membatasi potensi kenaikan Aussie. Menyusul data AS yang kuat, pasangan mata uang ini mundur dan pasar sekarang menunggu data inflasi dari Australia yang akan dirilis di sesi Asia pada hari Rabu.

Ikhtisar dasar

Aussie menguraikan kenaikan harian setelah USD bangkit kembali karena data ekonomi AS yang kuat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa lowongan pekerjaan naik menjadi 8,09 juta pada bulan November, mengalahkan ekspektasi sebesar 7,7 juta dan 7,83 juta pada bulan sebelumnya. Sementara itu, PMI Jasa ISM naik menjadi 54,1 di bulan Desember dari 52,1 di bulan November, mengalahkan estimasi pasar sebesar 53,3. Indeks Harga yang Dibayar, yang merupakan ukuran inflasi, meningkat tajam menjadi 64,4 dari 58,2, menyoroti berlanjutnya tekanan harga di sektor jasa.

Meskipun demikian, USD masih berada di bawah tekanan karena ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Presiden terpilih Donald Trump. Laporan menunjukkan bahwa tarif baru ini mungkin menargetkan sektor-sektor yang penting bagi keamanan nasional dan perekonomian AS, meskipun Trump telah membantah klaim ini melalui platform Social Truth-nya. Ambiguitas ini membebani Greenback, memungkinkan AUD/USD melanjutkan pemulihannya.

Sementara itu, sikap hawkish Federal Reserve terus mendukung penguatan Dolar AS secara lebih luas. The Fed telah mengisyaratkan laju penurunan suku bunga yang lebih lambat hingga tahun 2025, dengan para pengambil kebijakan menyatakan kekhawatiran atas terhentinya kemajuan dalam disinflasi dan kondisi pasar tenaga kerja yang kuat. Imbal hasil obligasi AS yang tinggi juga berkontribusi pada ketahanan Greenback, sementara kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang baru dan sikap dovish Reserve Bank of Australia membatasi potensi kenaikan Aussie.

Ikhtisar teknis

AUD/USD naik ke 0,6270 pada hari Selasa, dengan indikator teknis menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Relative Strength Index (RSI) naik ke 44, menembus level oversold, sementara histogram MACD mencetak garis hijau yang meningkat, menunjukkan peningkatan momentum bullish. Indikator-indikator ini menunjukkan bahwa pasangan tersebut mungkin sudah membaik; namun, penembusan di atas Simple Moving Average (SMA) 20 hari diperlukan untuk mengonfirmasi tren naik yang berkelanjutan.

Resistensi terdekat terlihat di 0,6280, dengan penembusan di atasnya berpotensi menargetkan 0,6320. Pada sisi negatifnya, support terletak di 0,6230, dengan penurunan lebih lanjut menunjukkan level psikologis 0,6200. Meskipun prospek teknis pasangan ini telah membaik, kehati-hatian tetap diperlukan karena dinamika pasar yang lebih luas dan rilis data AS yang akan datang dapat berdampak pada sentimen.

No More Posts Available.

No more pages to load.